WISUDA UPĀSAKA/UPĀSIKĀ
Kategori Paritta / Group Paritta / Sub Group Paritta / Paritta

No
Paritta
Hal
WISUDA UPĀSAKA/UPĀSIKĀ
1
WISUDA UPĀSAKA/UPĀSIKĀ

1.  Pandita membimbing pemohon upāsaka/upāsikā melakukan puja kepada Sang Tiratana dengan menyalakan lilin dan dupa di altar, kemudian bernamaskara (bersujud) tiga kali dengan membaca kalimat Namakara Patha.

2.  Pemohon (dalam wisuda bersama, pemohon  tertua mewakili) mempersembahkan  lilin, dupa, dan bunga yang disusun dalam satu talam (nampan/bokor) kepada bhikkhu yang akan memberikan tuntunan pañcasīla, kemudian bernamaskara tiga kali (tanpa membaca Namakāra Pāṭha).

3.  Pemohon mengucapkan pernyataan dalam bahasa Pāli berikut terjemahannya sebagai berikut:
      Esāhaṁ bhante, suciraparinibbutampi,
      Taṁ bhagavantaṁ saraṇaṁ gacchāmi,
      Dhammañca bhikkhusaṅghañca.
      Upāsakaṁ/upāsikaṁ1 maṁ bhante dhāretu,
      Ajjatagge pāṇupetaṁ saraṇaṁ gataṁ.
 
Bhante, saya berlindung kepada Sang Buddha, yang walaupun telah lama parinibbana, beserta Dhamma dan Sangha.
Mohon Bhante mengetahui, bahwa sejak hari ini saya sebagai upāsaka/upāsikā, berlindung kepada Sang Tiratana seumur hidup.
 
(Bhikkhu memberikan tuntunan pancasila, sedangkan pemohon mengikutinya kalimat demi kalimat).
 
4.  Bhikkhu membabarkan Dhamma, dilanjutkan dengan percikan tirta kepada upāsaka/upāsikā baru.
 
5.  Upāsaka/upāsikā baru bernamaskara tiga kali (tanpa membaca Namakara Pāṭha) kepada bhikkhu yang telah memberikan tuntunan pañcasila. Upacara ditutup dengan membaca Namakara Pāṭha, namaskara tiga kali kepada Sang Tiratana.
_________________________
1   Calon pria mengucapkan ‘upāsakaṁ’, calon wanita mengucapkan ‘upāsikaṁ’.

9

Hal: << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
menu SASANA SUBHASITA
menu