TUJUH BULAN KANDUNGAN
Kategori Paritta / Group Paritta / Sub Group Paritta / Paritta

No
Paritta
Hal
TUJUH BULAN KANDUNGAN
1
PUBBABHĀGANAMAKĀRA

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa.
                                        (Tikkhattuṁ)

Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna.
                                             (tiga kali)

72
2
SARAṆAGAMANA PĀṬHA

SARAṆAGAMANA PĀṬHA1

Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
 
Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
 
Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.


Aku berlindung kepada Buddha.
Aku berlindung kepada Dhamma.
Aku berlindung kepada Sangha.
 
Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha.
Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma.
Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha.
 
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha.
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma.
Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha.
_________________________
1 Khuddakanik
āya, Khuddakapāṭha.

72
3
SACCAKIRIYA GĀTHĀ

Natthi me saraṇaṁ aññaṁ,
Buddho me saraṇaṁ varaṁ.
Etena saccavajjena,
Sotthi te hotu sabbadā.

Natthi me saraṇaṁ aññaṁ,
Dhammo me saraṇaṁ varaṁ.
Etena saccavajjena,
Sotthi te hotu sabbadā.

Natthi me saraṇaṁ aññaṁ,
Saṅgho me saraṇaṁ varaṁ.
Etena saccavajjena,
Sotthi te hotu sabbadā.

 
Tiada perlindungan lain bagiku.
Sang Buddha-lah pelindungku nan luhur.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.
 
Tiada perlindungan lain bagiku.
Dhamma-lah pelindungku nan luhur.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.
 
Tiada perlindungan lain bagiku.
Saṅgha-lah pelindungku nan luhur.
Berkat pernyataan kebenaran ini,
Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.

75
4
MAṄGALASUTTA GĀTHĀ (Dimulai dari : Asevanā ca bālānaṁ ...)

MAṄGALA SUTTA1

Evamme suttaṁ.
Ekaṁ samayaṁ bhagavā,
Sāvatthiyaṁ viharati,
Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme.

Atha kho aññatarā devatā,
Abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇṇā,
Kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetvā,
Yena bhagavā tenupasaṅkami.

Upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā
Ekamantaṁ aṭṭhāsi.
Ekamantaṁ ṭhitā kho sā devatā
Bhagavantaṁ gāthāya ajjhabhāsi:

Bahū devā manussā ca
Maṅgalāni acintayuṁ
Ākaṅkhamānā sotthānaṁ
Brūhi maṅgalamuttamaṁ.

Asevanā ca bālānaṁ
Paṇḍitānañca sevanā
Pūjā ca pūjanīyānaṁ
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Paṭirūpadesavāso ca
Pubbe ca katapuññatā
Attasammāpaṇidhi ca
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Bāhusaccañca sippañca
Vinayo ca susikkhito
Subhāsitā ca yā vācā
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Mātāpitu-upaṭṭhānaṁ
Puttadārassa saṅgaho
Anākulā ca kammantā
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Dānañca dhammacariyā ca
Ñātakānañca saṅgaho
Anavajjāni kammāni
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Āratī viratī pāpā
Majjapānā ca saññamo
Appamādo ca dhammesu
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Gāravo ca nivāto ca
Santuṭṭhī ca kataññutā
Kālena dhammasavanaṁ
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Khantī ca sovacassatā
Samaṇānañca dassanaṁ
Kālena dhammasākacchā
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Tapo ca brahmacariyañca
Ariyasaccāna dassanaṁ
Nibbānasacchikiriyā ca
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Phuṭṭhassa lokadhammehi
Cittaṁ yassa na kampati
Asokaṁ virajaṁ khemaṁ
Etammaṅgalamuttamaṁ.

Etādisāni katvāna
Sabbatthamaparājitā
Sabbattha sotthiṁ gacchanti
Tantesaṁ maṅgalamuttamanti.

 
Demikianlah telah saya dengar.
Pada suatu ketika Sang Bhagavā
berdiam di Jetavana,
ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika,
di dekat kota Sāvatthī.
 
Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi,
dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana,
mengunjungi Sang Bhagavā.
 
Setelah datang, menghormat Sang Bhagavā,
ia berdiri di satu sisi yang layak.
Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah,
ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini :
 
Banyak dewa dan manusia
yang mengharapkan kebahagiaan,
mempersoalkan tentang berkah.
Mohon uraikan, apa berkah utama itu.
 
Tak bergaul dengan orang–orang dungu,
bergaul dengan para bijaksanawan,
dan menghormat yang patut dihormat,
Itulah berkah utama.
 
Bertempat tinggal di tempat yang sesuai,
memiliki timbunan kebajikan di masa lampau,
dan membimbing diri dengan benar,
Itulah berkah utama.
 
Berpengetahuan luas, berketerampilan,
terlatih baik dalam tata susila,
dan bertutur kata dengan baik,
Itulah berkah utama.
 
Membantu ayah dan ibu,
Menunjang anak dan isteri,
dan bekerja dengan sungguh-sungguh,
Itulah berkah utama.
 
Berdana, melakukan kebajikan,
menyokong sanak saudara,
dan tidak melakukan pekerjaan tercela,
Itulah berkah utama.
 
Menjauhi, menghindari perbuatan buruk,
menahan diri dari minuman keras,
dan tak lengah melaksanakan Dhamma,
Itulah berkah utama.
 
Memiliki rasa hormat, berendah hati,
merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang,
dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah berkah utama.
 
Sabar, mudah dinasihati,
mengunjungi para petapa,
dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah berkah utama.
 
Bersemangat dalam mengikis kilesa2, menjalankan hidup suci,
menembus Empat Kebenaran Mulia,
dan mencapai Nibbāna,
Itulah berkah utama.
 
Meski disinggung oleh hal-hal duniawi3
batin tak tergoyahkan,
tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai,
Itulah berkah utama.
 
Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu,
para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun,
mencapai kebahagiaan dimana pun berada.
Inilah berkah utama bagi para dewa dan manusia.
_________________________
1 Khuddakanikāya, Khuddakapāha.
2 Pengotor batin.
3 Kondisi Alam Delapan : 1. lābha (mendapatkan), 2. alābha (tak mendapatkan), 3. yasa (berkedudukan/berketenaran), 4. ayasa (tak berkedudukan/tak berketenaran), 5. nindā (hujatan), 6. pasaṁsā (sanjungan), 7. sukha (kebahagiaan), 8. dukkha (penderitaan).

79
5
KARAṆĪYAMETTA SUTTA (Bait 8, 9, dan 10)

KARAṆĪYAMETTA SUTTA1

Karaṇīyamatthakusalena
Yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca:
Sakko ujū ca suhujū ca
Suvaco cassa mudu anatimānī.

Santussako ca subharo ca
Appakicco ca sallahukavutti
Santindriyo ca nipako ca
Appagabbho kulesu ananugiddho.

Na ca khuddaṁ samācare kiñci
Yena viññū pare upavadeyyuṁ.
Sukhino vā khemino hontu
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Ye keci pāṇabhūtatthi
Tasā vā thāvarā vā anavasesā
Dīghā vā ye mahantā vā
Majjhimā rassakā aṇukathūlā.

Diṭṭhā vā ye ca adiṭṭhā
Ye ca dūre vasanti avidūre
Bhūtā vā sambhavesī vā
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Na paro para nikubbetha
Nātimaññetha katthaci naṁ kañci
Byārosanā paṭīghasaññā
Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.

Mātā yathā niyaṁ puttaṁ
Āyusā ekaputtamanurakkhe.
Evampi sabbabhūtesu
Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.

Mettañca sabbalokasmiṁ
Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ
Uddhaṁ adho ca tiriyañca
Asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.

Tiṭṭhañcaram nisinno vā
Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho
Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya
Brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu.

Diṭṭhiñca anupagamma
Sīlavā dassanena sampanno
Kāmesu vineyya gedhaṁ
Nahi jātu gabbhaseyyaṁ punaretīti.

 
Inilah yang patut dikerjakan
oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna,
yang menghantar ke jalan kedamaian:
sebagai orang yang cakap, jujur,2 tulus,3
mudah dinasihati, lemah lembut, tidak sombong;
 
merasa puas atas yang dimiliki,  mudah dirawat,
tidak repot, bersahaja hidupnya,
berindria tenang, penuh pertimbangan,
sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga;
 
tidak berbuat kesalahan walaupun kecil,
yang dapat dicela oleh para bijaksanawan,
senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih:
‘Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.’
 
Makhluk hidup apa pun yang ada;
yang goyah4 dan yang kokoh5 tanpa kecuali,
yang panjang atau yang besar,
yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk;
 
Yang tampak atau pun yang tak tampak,
yang berada jauh atau pun dekat,
yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi,
semoga mereka semua hidup bahagia.
 
Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya,
tidak menghina siapa pun di mana juga;
dan, tak selayaknya karena marah dan benci
mengharap yang lain celaka.
 
Sebagaimana seorang ibu mempertaruhkan jiwa
melindungi putra tunggalnya;
demikianlah terhadap semua makhluk,
kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas.
 
Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam,
patut dikembangkan tanpa batas dalam batin
baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya6;
tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan.
 
Selagi berdiri, berjalan atau duduk,
ataupun berbaring, sebelum terlelap;
sepatutnya ia memusatkan perhatian ini
yang disebut sebagai ‘berdiam dalam Brahma’

Ia yang mengembangkan mettā, tak berpandangan salah7,
teguh dalam sīla dan berpengetahuan sempurna,
dan melenyapkan kesenangan nafsu indria8;
tak akan lahir dalam rahim lagi9.
_________________________
Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha; dengan nama ‘Mettasutta’.
Perbuatan lurus melalui ucapan ataupun jasmani.
Perbuatan lurus melalui pikiran (tidak munafik).
Yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan.
Yang terkendali keinginan dan ketakutannya.
Arah atas – alam arūpa, arah bawah = alam nafsu, arah di antaranya = alam rūpa.
Tak berpandangan salah terhadap nāmarūpa (sakkāyadiṭṭhi).
Pencapaian sakadāgāmi.
Pencapaian anāgāmi.

90
6
AṄGULIMĀLA PARITTA (satu atau tiga kali)

Yatohaṁ bhagini
Ariyāya jātiyā jāto,
Nābhijānāmi sañcicca

Pāṇaṁ jīvitā voropetā.
Tena saccena sotthi te

Hotu sotthi gabbhassa.

Saudari, sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya,
Aku tidak teringat dengan sengaja membunuh makhluk hidup.
Atas kebenaran ini, semoga Anda selamat;
Semoga bayi dalam kandungan selamat.

97
7
BUDDHĀNUSSATI

Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho,
Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū,
Anuttaro purisadammasārathi,
satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.

Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang
telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan
serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna,
Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada
Taranya, Guru para Dewa dan Manusia,  Yang Sadar, Yang Patut
Dimuliakan.
_________________________
1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).

95
8
DHAMMĀNUSSATI

Svākkhāto bhagavatā dhammo,
Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko,
Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.

Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat
amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan,
patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para
bijaksanawan dalam batin masing-masing.
_________________________
1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.

96
9
SAṄGHĀNUSSATI

Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho,
Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho,
Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho,
Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho,
Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā,
Esa bhagavato sāvakasaṅgho,
Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo,
Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.

 Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik,
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus,
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar,
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut,
Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis
makhluk suci1.
Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā;
Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan,
patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan;
ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia.
_________________________
1 Mereka adalah ‘Ariya Sagha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.

96
10
ABHAYA PARITTA atau DEVATĀ-UYYOJANA GĀTHĀ

ABHAYA PARITTA

Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca
Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo
Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ
Buddhānubhāvena vināsamentu.

Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca
Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo
Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ
Dhammānubhāvena vināsamentu.

Yan-dunnimittaṁ avamaṅgalañca
Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo
Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ
Saṅghānubhāvena vināsamentu.

 
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki;
berkat kekuatan Buddha, semoga semuanya lenyap.

Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki;
berkat kekuatan Dhamma, semoga semuanya lenyap.

Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun,
juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati,
si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki;
berkat kekuatan Saṅgha, semoga semuanya lenyap.

atau

DEVATĀ-UYYOJANA GĀTHĀ

Dukkhapattā ca nidukkhā
Bhayappattā ca nibbhayā
Sokappattā ca nissokā
Hontu sabbepi pāṇino.

Ettavatā ca amhehi

Sambhataṁ puññasampadaṁ
Sabbe devānumodantu

Sabbasampatti-siddhiyā.

Dānaṁ dadantu saddhāya

Silaṁ rakkhantu sabbadā
Bhāvanābhiratā hontu

Gacchantu devatāgatā.

Sabbe buddhā balappattā
Paccekāna
ñca yaṁ balaṁ
Arahantāna
ñca tejena
Rakkhaṁ bandhāmi sabbaso.

 
 
Semoga semua makhluk
yang tertimpa duka terlepas dari duka;
yang tercekam ketakutan terbebas dari ketakutan;
yang terundung kesedihan terhindar dari kesedihan.
 
Semoga para dewa turut bersukacita
atas timbunan kebajikan
yang telah kami timbun sebanyak ini
demi keberuntungan dan keberhasilan.
 
Berdānalah dengan penuh keyakinan!
Rawatlah sila setiap saat!
Gemarlah mengembangkan batin!
Para dewa yang telah datang dipersilahkan kembali!
 
Dengan kekuatan para Buddha
beserta kekuatan para Pacceka Buddha,
dan dengan daya para Arahanta seluruhnya;
aku membuat perlindungan.

101/105
11
SUMAṄGALA GĀTHĀ II (pemercikan tirta)

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ
Rakkhantu sabbadevatā
Sabbabuddhā-nubhāvena
Sadā sotthī bhavantu te.

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ
Rakkhantu sabbadevatā
Sabbadhammā-nubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te.

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ

Rakkhantu sabbadevatā
Sabbasaṅghā-nubhāvena

Sadā sotthī bhavantu te.


Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Buddha,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.

Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Dhamma,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.

Semoga jadilah semua berkah kebaikan.
Semoga semua dewa melindungi.
Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha,
Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.

121

Hal: << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
menu SASANA SUBHASITA
menu