Berita / Ceramah

Dhamma Ajaran Sang Buddha


Puja Bakti Online
Minggu, 7 Juni 2020
Vihara Sasana Subhasita
Sharing Dhamma: Pdt. Sima Budy. S.Dt.B., CPS®
Tema Dhamma: Dhamma Ajaran Sang Buddha
Penulis & Editor: Lij Lij


Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x)

Dhamma didefinisikan secara umum sebagai hukum abadi yang selalu ada sejak dahulu kala, sekarang dan yang akan datang tanpa dibatasi oleh waktu dan ruang, merupakan hukum kebenaran itu sendiri di dalam segala sesuatu yang ada di jagat raya ini (sumber: Intisari Agama Buddha, Ven. Narada Mahathera - "Buddhism in Nutshell")

Dalam sumber yang sama juga dituliskan bahwa Sang Buddha menemukan Dhamma secara umum ini dan mengajarkannya menjadi filsafat dan moral yang penuh welas asih yang diajarkan oleh Sang Buddha tidak menuntut kepercayaan membuta dari para pengikutnya, tidak mengajarkan keyakinan yang bersifat dogma, tidak pula menganjurkan upacara - upacara tahyul, tetapi mengajarkan Jalan Tengah yang mengarahkan manusia pada kehidupan dan pikiran murni untuk memperoleh kebijaksanaan dan kebebasan dari semua kejahatan.
Ajaran ini disebut Dhamma pada umumnya dikenal sebagai Agama Buddha.

Jadi Sang Buddha tidak menciptakan Dhamma. Dhamma adalah hukum kebenaran yang sudah ada. Sang Buddha hanya menemukan kembali Dhamma tersebut kemudian 'merangkum' nya, kemudian diajarkan kepada para Dewa, manusia, dan Mara berupa filsafat dan moral dengan penuh welas asih; tanpa menuntut kepercayaan membuta melainkan dengan 'ehipassiko' - datang, buktikan, telaah - Dhammavicaya.

Kita mempelajari Dhamma, mengerti akan manfaatnya, dan melakukannya. Dhamma adalah seperti rakit untuk menuju ke pantai seberang yaitu Nibbana - kondisi tanpa Lobha, Dosa, dan Moha; tanpa kemelekatan / keserakahan, tanpa kebencian, dan tanpa kebodohan.

Dhamma Sang Buddha sebenarnya mengajarkan tentang Jalan Tengah yang menghindari 2 ekstrim: tidak menyiksa diri dan tidak berfoya-foya terlena dengan keduniawian; yaitu dengan Jalan Utama Beruas 8. Inilah yang disebut dengan Dhamma Agama Buddha.

Terkait dengan topik kali ini yang bersumber dari 'Ketika Anak Bertanya (tentang Sang Buddha dan Ajarannya)' yang diterbitkan STI Maret 2000; disebutkan bahwa Dhamma Ajaran Sang Buddha berarti Ajaran Sang Buddha yang berisikan Kebenaran Tertinggi yang membimbing manusia untuk mencapai Kebebasan.

DHAMMĀNUSSATI
(Perenungan terhadap Dhamma)

Svākkhāto bhagavatā dhammo,
Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko,
Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.

Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā,
terlihat amat jelas, tak bersela waktu, mengundang untuk dibuktikan,
patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

Merujuk kepada paritta perenungan terhadap Dhamma, bagaimana jika dikaitkan dengan saat ini ketika masa pandemic covid-19?
Secara ilmiah, covid-19 sebenarnya adalah SARS Cov-2 yaitu perkembangan dari Virus SARS yang pernah melanda dunia beberapa tahun lalu.
Berbicara tentang virus corona ini, kita dapat melihat bahwa apa yang diajarkan Sang Buddha di dalam Tilakkhana bahwa segala sesuatu adalah tidak kekal -- Anicca-Dukkha-Anatta.
Covid-19 yang berkembang sejak December 2019 di Wuhan, China; sampai saat ini Juni 2020 telah bermutasi luar biasa; yang semula virus tersebut akan mati pada suhu 56°C kini baru dapat mati pada suhu 98,2°C; inilah fenomena dari ketidakkekalan.
Dhamma ini Sabbe sankhara anicca segala sesuatu yang berkondisi adalah tidak kekal. Perubahan mutasi virus corona ini juga membuat protokol kesehatan menjadi berubah-ubah sehingga pemerintah perlu merubah kebijakan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini. Saat ini belum ditemukan vaksin untuk mengatasi virus corona. Satu-satunya vaksin yang ada dalam diri kita adalah 'kedisiplinan' untuk menjaga imunitas tubuh kita masing-masing, karena sesungguhnya virus corona itu dapat dilawan dengan imunitas tubuh.

Kembali kepada Dhamma Anicca-Dukkha-Anatta; segala sesuatu yang tidak kekal akan mengakibatkan penderitaan. Kondisi perubahan ini membuat sebagian besar orang menderita karena harus tinggal di rumah selama beberapa waktu, bosan, dan lain-lain. Sesungguhnya ketika kita melihat ke sisi yang positif, maka kita dapat mengarahkan pikiran kita ke hal-hal yang baik. Hal-hal baik itulah yang harus kita lakukan; inilah saatnya kita belajar Dhamma dengan tekun walaupun secara online, membaca paritta sutta dan gatha, bermeditasi, memancarkan cinta kasih, berdana, dan lain-lain.

Ketika kita belajar Dhamma, Sang Buddha juga mengajarkan agar kita jangan terlalu percaya; kita harus menyelidiki Dhamma.
Virus corona ini adalah salah satu Dhamma, kebenaran yang ada saat ini. Dari medsos kita mendapatkan segala informasi terkait covid-19. Hal ini mengakibatkan 'kekacauan' pikiran kita menjadi khawatir dan gelisah.
Sang Buddha mengatakan 'pikiran adalah pelopor'; oleh karena itu ketika kita mengalami sakit seyogianya kita juga harus mengerti bahwa sakit ini adalah kewajaran. Kita harus menerimanya, kemudian kita sadari.
'Berdamailah, bersahabatlah dengan penyakit - Ajahn Brahm' sama seperti yang Presiden kita katakan untuk berdamai dengan covid-19.

Kita harus belajar untuk hidup berdampingan dengan covid-19; oleh karenanya kita harus mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya covid-19. Ada 5 kelemahan virus covid-19:
1. Virus covid-19 mudah mati oleh sabun. Itulah sebabnya kita harus sering mencuci tangan kita dengan sabun. Ini sebenarnya sudah kita lakukan sejak kita kecil.
2. Virus covid-19 dapat dikalahkan dengan antibody. Itulah sebabnya kita harus sehat, perlu asupan vitamin yang mencukupi.
3. Virus covid-19 mampu diatasi dengan disinfektan.
4. Virus covid-19 tidak bertahan lama dipermukaan. Virus corona adalah bukan makhluk hidup secara ilmu pengetahuan, melainkan adalah benda hidup artinya sebenarnya virus tersebut tidak bisa berpindah sendiri (membutuhkan inang). Itulah sebabnya pemerintah melarang mudik.
5. Virus covid-19 melemah di suhu panas (dititik suhu air mendidih 98,2°C).

Sang Buddha mengatakan:
"Vaya Dhamma Sankhara, Appamadena Sampadetha"
"Segala hal yang terkondisi tidaklah abadi, berjuanglah dengan tekun"

Inilah Ajaran Sang Buddha menjelang parinibbana bahwa segala hal yang berkondisi adalah tidak kekal. Sama dengan kondisi sekarang. Kita lahir, sakit, mati. Covid-19 dari awal bertumbuh hingga saat ini, kita harus melakukan adaptasi yang diperlukan. Kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh, jangan kita terpengaruh oleh sumber-sumber yang tidak jelas. Stop khawatir. Jaga pikiran, pancarkan cinta kasih kepada sesama melalui meditasi metta. Ikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Marilah berbagi dalam kondisi apapun. Berdana, membantu sesama, mensosialisasikan masyarakat tentang covid-19 dan mengikuti protokol kesehatan.

Dengan memahami Dhamma Ajaran Sang Buddha kita akan bahagia apapun kondisinya. Dan dengan menjalankan Dhamma Sang Buddha maka kita akan mendapatkan kebahagiaan sejati.

Ariyapariyesanā Sutta - Majjhima Nikāya 26
"Dhamma yang telah Ku capai ini sungguh mendalam, sulit dilihat dan sulit dipahami, damai dan luhur, tidak dapat dicapai hanya dengan penalaran, halus untuk dialami oleh para bijaksana. Tetapi orang-orang ini menyenangi kemelekatan, bergembira dalam kemelekatan, bersukacita dalam kemelekatan, adalah sulit bagi orang-orang demikian untuk melihat kebenaran ini."

Dalam Dhammaguna, Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagava, berada sangat dekat, tak lekang oleh waktu, mengundang untuk dibuktikan, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.
Orang bijaksana yang dapat menyelami Dhamma adalah mereka yang tidak punya lagi kemelekatan. Jangan punya kemelekatan. Ketika kita berbuat, sudah jangan dilekati; seperti air di daun talas yang hanya bergulir di permukaan daun.

Semoga kita semua selalu berbahagia. Semoga semua makhluk berbahagia.
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Sādhu, sādhu, sādhu




Related Postview all

Cemas & Takut?? No Way!!

access_time14 Juni 2020 - 01:02:40 WIB pageview 347 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x)Terpujilah Sang Bhagava, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna (3x) Sharing Dhamma kali ini berjudul "Cemas & ... [Selengkapnya]

Virus Kehidupan

access_time31 Mei 2020 - 00:41:02 WIB pageview 442 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x)Terpujilah Sang Bhagava, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna (3x) Sudah memasuki 3 bulan kita semua mengalami ... [Selengkapnya]

Praktek Dhamma di Masa PSBB

access_time22 Mei 2020 - 00:06:00 WIB pageview 424 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x) Arōgyā paramā lābhāSantuṭṭhi paramaṃ dhanaṃVissāsa paramā ñātiNibbānaṃ paramaṃ sukhaṃ(Dhammpada XV : ... [Selengkapnya]

Berbagi Itu Indah dan Membuat Semua Bahagia

access_time22 Mei 2020 - 00:02:55 WIB pageview 409 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x) Pagi ini kita bersama-sama menjalani Puja dengan cara yang istimewa, berbeda dari biasa karena kita semua tidak ada bersama di ruang ... [Selengkapnya]

Dhammadesana Waisak 2564 BE / 2020 YM. Bhikkhu Cittanando Mahathera

access_time17 Mei 2020 - 00:15:15 WIB pageview 393 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x) Detik-detik Waisak tahun ini yaitu pada Kamis, 7 Mei 2020 tepatnya pukul 17:44:51 WIB kita sambut dengan sangat sederhana. Tidak ... [Selengkapnya]

menu SASANA SUBHASITA
menu