Berita / Ceramah

Mempraktikan Buddha Dhamma Demi Kebahagiaan dan Kesejahteraan Semua Makhluk


PUJA AGUNG MĀGHA 2563 TB / 2020 M
Dome Harvest Lippo Karawaci Tangerang
Sabtu, 29 Februari 2020
Dhammadesana oleh: YM. Bhikkhu Sri Paññavaro Mahāthera
Tema: Mempraktikan Buddha Dhamma Demi Kebahagiaan dan Kesejahteraan Semua Makhluk
Penulis & Editor: Lij Lij


Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x)

"Khantῑ paramaṁ tapo tῑtikkhā
Nibbānaṁ paramaṁ vadanti Buddhā
Na hi pabbajito parūpaghātῑ
Samaṇo hoti paraṁ viheṭhayanto

Sabbapāpassa akaraṇaṁ
Kusalassūpasampadā
Sacittapariyodapanaṁ
Etam Buddhānasāsanaṁ

Anūpavādo anūpaghāto
Pāṭimokkhe ca saṁvaro
Mattaññutā ca bhattasmiṁ
Pantañca sayanāsanaṁ
Adhicitte ca āyogo
Etaṁ Buddhānasāsanaṁ


Puja Agung Māgha 2563 TB / 2020 M di Dome Harvest Lippo Karawaci Tangerang pada hari Sabtu tanggal 29 Februari 2020 yang sejak pukul 13.00 wib sudah dihadiri oleh sebagian besar umat Buddha.

Pada kesempatan ini YM. Bhikkhu Sri Paññavaro Mahāthera menguraikan Dhamma dengan waktu yang se-efisien mungkin disertai dengan perhatian umat secara seksama sehingga uraian Dhamma yang diberikan menjadi bermanfaat maksimal.

Hari Raya Māgha jatuh pada bulan Māgha yang biasanya berbarengan dengan Cap Gho Meh meski memiliki arti yang berbeda. Pada tahun ini hari raya Māgha jatuh pada tanggal 8 Februari 2020.

Ditandai dengan 4 tanda istimewa cāturaṅgasannipāta. Sewaktu Māgha-puṇṇamī Pūjā Kathā dibacakan dalam bahasa Pali dan terjemahan dalam bahasa Indonesia, hampir semua umat Buddha mengerti bahwa pada hari Māgha terdapat 4 keistimewaan. Oleh karena itu, Bhante tidak akan mengulangi untuk menjelaskan.

Pada saat itu, Guru Agung kita memberikan ovādapāṭimokkha kepada 1250 Bhikkhu yang kesemuanya adalah Arahat.
Ovada artinya petunjuk, instruksi, arahan yang selayaknya dipraktekkan oleh Umat Buddha. Bukan uraian filosofis yang panjang lebar tetapi adalah instruksi yang sangat pendek yang hanya terdiri dari kurang lebih 7 kalimat. Hanya terdiri dari 7 kalimat; tidak heran mengapa; karena yang mendengarkan adalah orang-orang suci yang kesemuanya telah menyelesaikan apa yang harus diselesaikan "has done what should be done".

Berbeda dengan kita yang sering diberi instruksi panjang lebar bahkan sampai 'berbusa'; itupun belum tentu di mengerti.
Berbeda dengan para Arahat yang mempunyai chaḷabhiñño - 6 kegaiban.

Pada kesempatan ini YM. Bhikkhu Sri Paññavaro Mahāthera akan menguraikan bait kedua yang lazim disebut sebagai jantung ajaran agama Buddha, intisari agama Buddha, 'The heart of Buddhism'.

Tujuan belajar agama adalah Kebahagiaan. Apapun agamanya, keturunannya, etnisnya, golongannya, partainya, kelompoknya pasti tujuannya adalah mendapat kebahagiaan. Kebahagiaan adalah obsesi semua orang. Sekalipun bagi orang yang tidak beragama.
Semua orang pasti ingin bahagia dan tidak mau menderita.

Kebahagiaan tertinggi adalah bebas dari penderitaan.
Paramaṃ sukkhaṃ - kebahagiaan tertinggi adalah kebebasan dari penderitaan.
Bagaimana mencapainya???
1. Sabbapāpassa akaraṇaṁ
Jangan berbuat yang buruk. Dalam agama Buddha, tidak berbuat buruk adalah:
•> menjalankan Sila; Pañcasīlā untuk upasaka-upasika, Aṭṭhasīlā bagi Aṭṭhasīlāni dan upasaka-upasika di hari Uposatha, Dasasīlā bagi Samanera, Pāṭimokkha-sīlā bagi para Bhikkhu. Baik Pañcasīlā, Aṭṭhasīlā, Dasasīlā, maupun Pāṭimokkha-sīlā selalu mulai dengan jangan membunuh termasuk juga jangan membunuh orang jahat. Kita memang tidak setuju dengan perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang jahat tetapi kita tetap saja tidak boleh membunuh orang jahat; termasuk juga tidak boleh membunuh binatang. Tetapi masih ada umat Buddha yang membunuh binatang. Tidak ada dalam kitab suci kita mengatakan bahwa boleh membunuh binatang. Life is very precious - kehidupan sangatlah berharga.
•> Jangan mencuri; karena barang tersebut dibutuhkan. Mereka membutuhkan barang tersebut oleh karena itu janganlah kita mengambil barang yang mereka butuhkan.
•> Setia kepada pasangan; tidak selingkuh, tidak menyakiti hati pasangan
•> Tidak berbohong
•> Tidak bermabuk-mabukan

Perbuatan buruk merusak orang lain dan juga merusak diri sendiri. Jika kita ingin bahagia maka janganlah berbuat buruk.
Filosofis Buddhis adalah untuk mencintai dan menerima semua makhluk termasuk tidak membunuh merupakan ajaran dasar. Menerima perbedaan, mempunyai Metta adalah menerima perbedaan mereka. Sebenarnya Bhinneka Tunggal Ika syair dari Mpu Tantular adalah penjabaran Metta yaitu menerima perbedaan.

Dhamma yang diajarkan oleh Guru Agung kita yaitu: Sacca - Jujur
Kita tidak bisa hidup sendiri; kita membutuhkan orang lain untuk hidup, butuh banyak orang. Dalam bermasyarakat nilai pertama yang diberikan oleh Guru Agung adalah Sacca - Jujur.

Dicontohkan dalam 2 cerita pendek berikut ini mengenai ajaran jujur yang menjadi nyata bukan sekedar konsep:

Cerita 1:
Suatu daerah masyarakat Buddhis mendapat bantuan dari saudaranya untuk memelihara sapi. Sapi boleh digunakan untuk membantu membajak sawah tetapi tidak boleh untuk di sembelih. Jika sapi tersebut beranak maka anak sapi yang dilahirkan tersebut diberikan kepada yang membantu; anak sapi kedua untuk yang dibantu; anak sapi ketiga untuk yang membantu; demikian seterusnya. Suatu ketika sapi induk mati karena terkena penyakit. Pemberi bantuan menganjurkan untuk mengubur sapi induk tersebut karena sudah mati oleh penyakit; tetapi masyarakat yang dibantu menyarankan agar sapi induk tersebut disembelih dan dagingnya dijual sebagian lagi untuk dimakan sendiri karena merasa percuma jika sapi induk dikubur. Masyarakat yang dibantu mengatakan tidak apa jika daging sapi induk yang mati tersebut dikonsumsi. Mereka pandai menyebar 'virus' kata-kata. Akhirnya pihak yang membantu datang membawa dokter hewan untuk memeriksa sapi induk yang mati tersebut. Ternyata sapi induk mati karena makan makanan yang mengandung jarum.
Menipu menutup pintu. Sejak saat itu pemberi bantuan tidak mau lagi memberi bantuan.
Siapa yang ditipu?
1. Diri sendiri; karena diri sendiri pasti tahu meskipun orang lain belum tentu tahu.
2. Orang lain; ketika mereka tahu bahwa telah ditipu maka kekecewaan, kemarahan tentu akan timbul dan menutup pintu.
Menipu menutup pintu.

Cerita 2:
Umat Buddha suatu Vihara kecil di Medan yang berada dalam binaan STI. Setelah 14 tahun ingin dibangun membutuhkan dana dengan budget sekitar 20 M. Dana yang dimiliki hanya 1,5 M.
Rm. Edi yang mengelola dana untuk pembangunan Vihara ini sudah mencari pemborong tetapi sulit sekali menemukan pemborong yang mau mengerjakan proyek pembangunan Vihara dengan dana hanya 1,5 M. Akhirnya bertemu Pak Leo seorang kontraktor yang mau membantu dengan tambahan 1,5 M menjadi 3 M. Rm. Edi pun berusaha mencari tambahan dana hingga akhirnya bertemu seorang Ibu yang bertanya berapa kebutuhan dana yang diperlukan. Rm. Edi pun menjawab apa adanya bahwa dana yang dimiliki saat ini 1,5 M dan biaya yang diperlukan untuk membangun adalah 3 M. Sang Ibu pun kemudian berdana sebesar 2 M. Seperti mendapatkan suntikan darah segar. Teman-teman Rm. Edi bertanya mengapa tidak mengatakan kalau sudah punya 5 M kepada kontraktor supaya mereka mau langsung menerima proyek tersebut. Rm. Edi sudah di wanti-wanti oleh Bhante sejak awal untuk selalu jujur. Saat ini Vihara tersebut menjadi 7 lantai dan sudah menghabiskan dana 40 M, masih belum selesai. Seminggu lalu ada penggalangan dana ke-2 / terakhir terkumpul 8,5 M dalam waktu 5 jam. Itulah buah kejujuran.

2. Kusalassūpasampadā
Banyaklah berbuat baik. Jika kita tidak mau berbuat baik maka akan cenderung untuk berbuat buruk, akan jauh dari niat berbuat baik. Meskipun hanya memberi makan kucing, anjing juga termasuk perbuatan baik, bukan perbuatan yang sia-sia. Jika anda sulit untuk berbuat baik berarti anda jarang berbuat baik, maka perlu mencari kesempatan untuk berbuat baik.

Ketika insiden 249 anak SMP di Yogya yang hanyut terbawa arus sungai mengakibatkan 10 anak meninggal. Diantara masyarakat yang membantu dengan tulus ada yang malah kehilangan sepeda motornya. Alangkah tega-nya orang yang mencuri sepeda motor tersebut dikala banyak orang menolong korban hanyut dengan taruhan nyawanya.
Peristiwa lainnya ketika anak-anak sekolah di Thailand yang terjebak di dalam goa selama lebih dari 2 pekan. Banyak bantuan dari berbagai negara. Dan bahkan ada orang yang tidak memiliki apa-apa, datang kesana hanya untuk mencucikan pakaian anak-anak yang kotor oleh lumpur. Warga setempat juga merelakan sawah mereka rusak dialiri air dari goa demi menolong anak-anak yang terkubur itu.
Dapatkah kita mencontoh kebaikan mereka yang membantu dengan tulus?

3. Sacittapariyodapanaṁ
Bersihkan pikiran sendiri. Kita tidak mungkin bebas dari penderitaan kalau tidak membersihkan pikiran kita dari kekotoran batin. Semua kekecewaan, kesedihan, ratap tangis, kepedihan, keputus-asaan, kebahagiaan berasal dari pikiran.
Dengan meditasi tidak hanya memberikan ketenangan tetapi juga meningkatkan kesadaran kita.
Kesadaran itulah tujuan utama untuk menyadari kalau timbul pikiran-pikiran buruk.

Menyadari dengan penuh kesadaran. This is the heart of Buddhism - jantung dari ajaran Buddha.

Tetapi apakah ini hanya pesan untuk umat Buddha? Tidak, pesan ini adalah untuk semua manusia sepanjang masa karena berharga untuk semua orang, berguna untuk semua orang, tidak hanya untuk umat Buddha saja.

Guru Agung kita memberi petunjuk 7 kalimat di hari Māgha. Sore ini hanya disampaikan 2 kalimat:

"Sabbapāpassa akaraṇaṁ, Kusalassūpasampadā, Sacittapariyodapanaṁ; Etam Buddhānasāsanaṁ"

Mari kita maju terus!
Kejujuran, tidak menipu, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak selingkuh, tidak mabuk-mabukan; tidak bisa diminta. Tidak ada doa, tidak ada mantra yang bisa diucapkan. Hanya dengan Khantῑ dan Viriya; sabar dan berjuang dengan tekun dan ulet, tidak mudah menyerah serta tidak mudah mengeluh; itulah yang dibutuhkan untuk maju, untuk mengurangi penderitaan, untuk mencapai kebahagiaan tertinggi.
Semoga Tiratana selalu memberkahi kita.
Selamat merayakan hari raya Māgha.

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Semoga semua makhluk berbahagia.
Sādhu, sādhu, sādhu.




Related Postview all

Keindahan Hati

access_time27 Februari 2020 - 01:04:14 WIB pageview 725 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x) Tema kali ini adalah Keindahan Hati yang dalam bahasa Inggris disebut Inner Beauty yang kebetulan bertepatan dengan hari kasih ... [Selengkapnya]

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Hidup Kita

access_time27 Februari 2020 - 01:01:16 WIB pageview 596 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x) Attānañce piyaṁ jaññā, rakkheyya naṁ surakkhitaṁ(Dhammapada, Attavagga 157) Apabila seseorang mencintai ... [Selengkapnya]

YM. Bhikkhu Cittanando Mahathera - MĀGHA PŪJĀ 2563 BE / 2020

access_time18 Februari 2020 - 17:06:20 WIB pageview 884 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x) "Khantῑ paramaṁ tapo tῑtikkhā – nibbānaṁ paramaṁ vadanti BuddhāNa hi pabbajito parūpaghātῑ – samaṇo ... [Selengkapnya]

Mengubah Nasib Buruk Menjadi Keberuntungan

access_time03 Februari 2020 - 23:56:53 WIB pageview 1244 views

  YM. Bhikkhu Cittanando Mahathera yang saat ini menjabat sebagai Padesanayaka Banten juga sebagai Ketua Vihara Dhammaratana, mengenalkan kepada kita mengenai masyarakat Buddhist di ... [Selengkapnya]

YM. Bhikkhu Sombat Pavitto Mahathera - Dhammadesana

access_time28 Januari 2020 - 23:56:15 WIB pageview 1148 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x) "Sabbapāpassa akaraṇaṁ, kusalassūpasampadā.Sacittapariyodapanaṁ,Etaṁ Buddhāna sāsanaṁ." Sebagai Umat Buddha ... [Selengkapnya]

menu SASANA SUBHASITA
menu