Berita / Ceramah

Menghadapi Kehilangan


Puja Bakti Umum
Minggu, 1 September 2019
Vihara Sasana Subhasita
Sharing Dhamma: YM. Bhikkhu Ratanajayo
Tema Dhamma: Menghadapi Kehilangan
Penulis & Editor: Lij Lij


Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x)

"Ratiyā jāyatī soko,
ratiyā jāyatī bhayaṁ
Ratiyā vippamuttassa,
natthi soko kuto bhayaṁ.

Dari kemelekatan timbul kesedihan,
dari kemelekatan timbul ketakutan;
bagi orang yang telah bebas dari kemelekatan,
tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.
-(Dhammapada : 214)-

Bagaimana menghadapi kehilangan? Siapa yang belum pernah kehilangan? Kita semua pasti pernah mengalami kehilangan. Kita semua pasti pernah merasakan sakitnya kehilangan, bagaimana berdukanya ketika ditinggalkan; apalagi bagi mereka yang masih muda yang masih mudah galau.

Dalam Dhammapada 214; Sang Buddha mengatakan bahwa sesungguhnya ketika seseorang memiliki kemelekatan maka akan timbul kesedihan, dari kemelekatan akan timbul ketakutan; bagi orang yang telah bebas dari kemelekatan, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.
Jadi cara untuk menghadapi kehilangan adalah dengan tidak memiliki kemelekatan.

Ketika seseorang merasa kehilangan maka akan muncul ingatan-ingatan yang menimbulkan:
1. Kemarahan
2. Kesedihan
3. Ketakutan

Bahkan sebelum kehilangan-pun, rasa ketakutan itu sudah ada. Mengapa demikian?
Sebabnya adalah karena kita merasa memiliki.
Seseorang merasa kehilangan karena merasa memiliki. Seseorang bisa jadi tidak akan pernah kehilangan jika tidak pernah memiliki. 

Ketika tetangga kita kehilangan mobil, apakah kita merasa marah? Apakah kita merasa sedih? Ataukah kita merasa takut?
Kita mungkin tidak akan merasakan hal-hal tersebut, karena mobil yang hilang itu milik orang lain, bukan milik kita, kita tidak merasa memiliki. Namun akan berbeda ketika mobil yang hilang itu adalah mobil kita; sudah pasti marah, sedih, takut kita rasakan karena mobil itu adalah mobil kita; milik kita; kita merasa memiliki mobil tersebut.

Kapan kita akan terbebas dari kemarahan, kesedihan, dan ketakutan yang timbul dari kehilangan?? Apakah ketika kita meninggal dunia maka kita akan terbebas dari kesakitan akibat kehilangan? Sesaat mungkin ketika kita 'masuk peti' kita tidak akan merasakan ke-duka-an kehilangan tetapi ketika kita terlahir kembali maka perasaan-perasaan tersebut akan kembali menjadi bagian kehidupan kita yang berputar-putar di dalam samsara ini.

Bagaimana kita menghadapi kehilangan?
Ada 4 cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi kematian:
1. Memahami Hukum Anicca
Bahwa segala sesuatu senantiasa berubah, tidak kekal, dipengaruhi perubahan-perubahan baik perubahan yang positif maupun perubahan negatif.
Kita manusia; maupun alam semesta ini tidak akan terlepas hukum perubahan. Ketika muncul kesedihan sadari bahwa semua adalah anicca, tidak kekal, akan berubah. Demikian hal-nya ketika mengalami kebahagiaan juga tidak kekal, akan berubah, berproses.

2. Memiliki dan melatih Khanti
Melatih kesabaran, ketabahan, keteguhan hati dalam menghadapi berbagai halangan dan rintangan yang menerjang.
Sangat disayangkan bahwa tidak semua orang memiliki ketabahan, kesabaran, keteguhan hati dan ketangguhan dalam menghadapi masalah dan persoalan hidup. Kita harus menyadari bahwa kehilangan bukanlah akhir segalanya.

3. Memiliki Kalyanamitta / sahabat yang baik.
Manusia sebagai makhluk individual juga sebagai makhluk sosial. Sejak kecil bahkan sejak kita dilahirkan, kita sudah membutuhkan bantuan orang lain. Dan disaat kita meninggal nanti, kita pun masih membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus jasad kita.
Selain pasangan hidup kita & anak-anak kita; alangkah baiknya jika kita memiliki kalyanamitta / sahabat baik yang dapat saling mengingatkan dan menguatkan.
Disaat kita berduka karena kehilangan, kita memerlukan 'sahabat sejati' yang selalu berada di sisi kita, berusaha membantu dan memberikan penghiburan. Sebaliknya, ketika kita melihat ada teman kita yang bersedih, maka kita pun cepat tanggap menolongnya dan menghiburnya. Karena bisa jadi pada saat itu, teman kita adalah orang yang paling butuh bantuan dan pertolongan kita. Bantulah teman kita ini untuk dapat melewati kesedihannya dan tetap tegar menghadapi masalahnya. Pedulilah dengan teman yang ada di sekeliling kita. Dengan begitu, kita telah menjadi sahabat sejati bagi orang lain. 

4. Jadilah Atthacariya - melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain.
Dengan melakukan hal-hal bermanfaat misalnya ikut serta dalam organisasi, ibadah, kegiatan sosial, meluangkan waktu untuk berbuat baik akan membuat kita perlahan melupakan kesedihan karena kehilangan, sehingga pikiran kita akan tetap positif. Dengan melakukan hal-hal positif bagi orang lain, maka kita akan merasa berguna bagi orang lain. Dengan begitu kita lupa kalau sebenarnya kita sedang mengalami kehilangan. 

Sesunguhnya kehilangan adalah sikap mental kita dalam mengatasi kemelekatan atas sesuatu.
Jika kita tau cara mengatasinya maka kehilangan bukanlah menjadi hal yang memberatkan.

Semoga bermanfaat dalam mengembangkan pemahaman kita akan Buddha Dhamma sehingga kita dapat mempraktekkannya dengan benar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sādhu, sādhu, sādhu




Related Postview all

Atthalokadhamma - 8 Kondisi Kehidupan di Dunia

access_time01 September 2019 - 02:47:29 WIB pageview 100 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x) Tujuan kita datang ke vihara adalah untuk belajar Buddha Dhamma, guna meraih kebahagiaan. Mengapa kita mau belajar Buddha Dhamma? ... [Selengkapnya]

Practice Our Mind, Healing Our Body

access_time21 Agustus 2019 - 23:33:35 WIB pageview 213 views

Ketika kita diberitahukan hal yang baik tentang diri kita seakan timbul rasa ragu, perasaan minder, merasa tidak pantas, apa benar kita baik?? Sebaliknya ketika kita diberitahu keburukan ... [Selengkapnya]

Memaknai Kehidupan Sebagai Manusia

access_time29 Juli 2019 - 00:35:09 WIB pageview 186 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x)Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna. (3x) Kiccho manussa patilābhokiccham maccāna ... [Selengkapnya]

Kiat Menjaga Viriya dan Adhithana dalam Praktek Dhamma

access_time18 Juli 2019 - 01:46:36 WIB pageview 153 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa (3x)Terpujilah Sang Bhagava yang Maha Suci yang telah mencapai Penerangan Sempurna (3x) Kita sebagai manusia tentunya memiliki Viriya / ... [Selengkapnya]

Muda & Sukses Bersama Dhamma

access_time16 Mei 2019 - 23:52:04 WIB pageview 237 views

Dalam hidup kita harus mempunyai passion dan hidup berdasarkan passion yang kita miliki. Setiap orang harus memiliki passion termasuk kita semua, apa yang kita sukai sejak kecil, apa yang ... [Selengkapnya]

menu SASANA SUBHASITA
menu