Berita / Ceramah

5 Kekuatan Menuju Tujuan


Puja Bakti Sasana Vimana
Minggu, 20 Januari 2019
Vihara Sasana Subhasita
Sharing Dhamma: Sdr. Terra Sammidha Liu
Tema Dhamma: 5 Kekuatan Menuju Tujuan


Setiap orang di dunia tentu memiliki tujuan dalam hidupnya, entah tujuan yg terarah maupun tujuan yg seadanya namun banyak yg tidak menyadari bahwa untuk mencapai tujuan, kita mesti memiliki kekuatan. nah, ada 5 kekuatan yg dijabarkan oleh ko Terra Samiddha, apakah itu?
yuk kita simak bersama-sama..

1. The Power of Knowledge

Pengetahuan adalah Kekuatan, jika kita ingin mendapatkan sesuatu apakah hal duniawi maupun Adi duniawi, kita butuh pengetahuan.

Adalah mustahil apabila kita bisa mencapai sesuatu tanpa adanya pengetahuan, seperti orang yg bekerja tentu ia harus memiliki pengetahuan tentang apa yg ia kerjakan.

banyak hal yg bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kita, seperti membaca buku, ikut seminar, dengar ceramah di vihara dan yang dasar adalah dengan mengenyam bangku pendidikan formal yang tentunya dijalani dengan sepenuh hati bukan formalitas belaka, Karena ilmu pengetahuan itu sangat mempengaruhi kehidupan kita.

bayangkan kalau kita tidak punya pengetahuan, bagaimana caranya kita bisa mendapatkan penghidupan yang baik?

2. The Power of Friendship

Knowledge itu penting, tapi tanpa networking pengetahuanmu menjadi lemah

Seperti pengalaman Ko Terra yang lulusan S3, (SD, SMP, SMA) karena bisnis orang tuanya bangkrut sehingga Ko Terra terpaksa tidak melanjutkan ke bangku kuliah, tetapi semangat juang Ko Terra tidak berhenti begitu saja, Ko Terra tetap mengembangkan pengetahuannya serta membangun jaringan pertemanan.

Ko Terra membangun pertemanan dengan berbagai lapisan masyarakat, khususnya mereka yang bijak sehingga ko Terra bisa menjadi seperti sekarang ini.

Seperti yg Buddha Gotama Sabdakan “Asevana ca Balanam Pandita nan ca
Sevana” - "Tidak Bergaul dengan Orang Dungu, Bergaul Dengan Para Bijaksana".

Jika kamu mempunyai teman yg tidak sesuai dan tidak membuatmu lebih baik, atau malah membuatmu lebih buruk. lebih baik berjalan sendiri sampai kamu menemukan teman yang bijaksana, atau kamu sendirilah yg menjadi orang bijaksana tersebut.

Pergaulan adalah hal yg penting, banyak orang tidak menyadari bahwa banyak kesempatan dalam hidup ini datang dari pergaulan anda bukan sekedar pengetahuan anda.

Bayangkan kalau anda memiliki kesempatan baik, siapalah orang yg akan anda ceritakan terlebih dahulu? teman biasa atau teman baik?

Kalau anda menjawab teman baik, maka orang lain juga menjawab hal demikian..šŸ˜

3. The Power of Money

Uang pada dasarnya hanyalah alat tukar. alat yg membantu kita menuju tujuan, kalau kita adalah orang baik maka kita akan menggunakan kekayaan yg kita miliki untuk melakukan kebajikan yg lebih banyak seperti membangun sekolah, vihara, panti sosial, membiayai pendidikan anak miskin, bantuan makanan kepada masyarakat yg terkena bencana dll.

Umat Buddha jarang mendapat pengajaran tentang materi khususnya uang dari tokoh" Buddhis, padahal selama kita menjadi seorang perumah tangga kita masih membutuhkan uang untuk menjalani hidup.

Ketika kita menyadari hal ini maka kita tidak menjadi kubu yg ekstrim kiri maupun ekstrim kanan yg tergila-gila terhadap kekayaan maupun anti terhadap kekayaan karena kita tahu ini hanyalah alat tukar.

Mari umat Buddha kita sama sama menjadi pribadi yg Kaya secara batin dan juga materi agar perjalanan hidup kita bisa menginspirasi sesama serta memberikan kenyamanan dalam perjalanan menuju Nibbana.

4. The Power of Attitude

Kalau bicara tentang kesuksesan tidak akan pernah sempurna tanpa ada yang namanya Sikap, sikap kita dalam menjalani kehidupan ini.

Sikap dan Prinsip yang kita pegang teguh akan menentukan seberapa besar dan kuat kesuksesan kita, apabila kita memiliki kekuatan pengetahuan, pergaulan dan keuangan tapi tidak memiliki sikap yg baik dan benar ini ibarat membangun rumah dengan pondasi yg rapuh.

Banyak orang" yg dianggap sukses di masyarakat terjun bebas ketika ia tidak menjaga sikapnya misalnya menjadi seorang pemabuk, penjudi, perampok, korupsi, dan hal buruk lainnya karena merasa kaya. Disaat itulah angin kehancuran menerpa hidupnya.

Oleh sebab itu ketika kita membahas mengenai sikap. Ini berlaku pada siapapun di kondisi apapun, baik di atas maupun di bawah. bagi mereka yg menjalankan seikap hidup dengan baik dan benar akan terangkat dari bawah ke atas dan yg dari atas semakin ke atas.

Mari kita mulai melatih sikap kita dengan hal sederhana seperti buang sampah pada tempatnya, datang tepat waktu, bisa dipercaya, hutang dibayar dan bisa pegang komitmen.

5. The Power of Hokki / Good Kamma

Kadang kita lupa untuk mengumpulkan kamma baik, kita mau kerja atau usaha apa pun kalau tidak punya Kamma Baik kita tidak bisa berhasil.

Kekuatan dari karma baik akan mendorong 4 kekuatan di awal pembahasan kita, saya punya seorang teman yg di masa sekolahnya amat sangat bodoh dan culun,namanya Victor, hal sederhana seperti 2 + 2 dia menjawab 5 padahal sudah kelas SMP 2. bagaimana menurut anda IQ nya?

Belum lagi ketika berteman dia sering di bully oleh anak" badung dan di pandang rendah oleh pelajar lainnya, bagaimana masa depannya? saya rasa anda juga akan mengatakan " Gelap ".

Namun itu semua berubah ketika memasuki masa SMA, dimana Victor akhirnya menemukan minatnya dalam dunia Break Dance, dia sangat berdedikasi sampai akhirnya menjadi bintang di Mal Central Park, Jakarta.

Dia juga melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah dan akhirnya menjadi Sarjana, yah Sarjana! sungguh mengagumkan pencapaianya. yang awalnya kita pikir masa depan suram ternyata bisa berubah 180 derajat ketika kita MAU MERUBAHNYA!

Ini yang Buddha ajarkan tentang konsep Karma, bahwa karma itu tidak pasif melainkan Proaktif, hidup terus berubah berkah setiap orang terus berubah tergantung dari perbuatan mereka, So anda mau hidup seperti apa tergantung perbuatan anda hari ini.

"Yang kaya gak selamanya kaya, yg miskin ga selamanya miskin karena hidup itu berubah, berputar"

Kesimpulan :

Teman" apa yg saya sampaikan adalah sebuah metode untuk mencapai tujuan apapun, baik dalam hal Duniawi maupun adi Duniawi.
Fokus kepada sebab sebab yg menjadikan hasil itulah faktor penentu nya, oleh sebab itu sebagai umat Buddha wajib hukumnya kita upgrade kualitas diri kita dengan meningkatkan pengetahuan, pergaulan, keuangan, sikap dan berkah sampai akhirnya kita mencapai Nibbana..

Sadhuu..Sadhuu..Sadhuu..

Dirangkum oleh: Muditha Wulansari Wijaya
Artikel sudah diperiksa & diizinkan untuk dipost di Website ini oleh Sdr. Terra Sammidha Liu.




Related Postview all

Menjadi Mulia dengan Mengalahkan Diri Sendiri

access_time28 Januari 2019 - 23:11:24 WIB pageview 2042 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x) "Sesungguhnya mereka yang dapat mengalahkan dirinya sendiri, memiliki sifat yang mulia." Dapat berkumpul melaksanakan puja bakti ... [Selengkapnya]

Menghitung Potensi Diri dari Shio dikaitkan dengan Dhamma

access_time23 Januari 2019 - 23:13:13 WIB pageview 4221 views

Orang Tionghoa sangat konsen terhadap ramalan keberuntungan, nasib baik dan nasib buruk dari shio seseorang. Sejak jaman Dinasti Hwang Di (Kaisar Kuning) dimana 90% bangsa Han yang ... [Selengkapnya]

Saringan Pikiran, Landasan Indriya dan Keakuan

access_time16 Januari 2019 - 12:28:46 WIB pageview 2745 views

Memulai sesuatu yang mungkin belum pernah dilakukan melalui sebuah tulisan bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi mengenai yang memang tidak kasat mata namun benar-benar nyata ada dalam ... [Selengkapnya]

Jadilah Pulau Bagi Dirimu Sendiri

access_time14 Januari 2019 - 23:47:29 WIB pageview 3456 views

Kebijaksanaan & pendewasaan diri dapat diraih lewat pelatihan diri di tempat yang sunyi, bukan di tempat yang hiruk-pikuk dunia gemerlap. Namun anak muda pada masa sekarang ini lebih ... [Selengkapnya]

Mengenali Diri Sendiri Untuk Hidup Bahagia

access_time14 Januari 2019 - 15:59:40 WIB pageview 2655 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (3x) Apa yang dicari oleh manusia??KEBAHAGIAAN Mengapa manusia tidak bahagia??1. Ada "sesuatu" yang membuat tidak bahagiaDiantaranya: ... [Selengkapnya]

menu SASANA SUBHASITA
menu