Berita / Ceramah

Sungguh Beruntung Terlahir sebagai Manusia


Puja Bakti Umum
Minggu, 24 November 2018
Vihara Sasana Subhasita
Dhammadesana : YM. Cittanando Mahathera
Tema Dhamma : Sungguh Beruntung Terlahir sebagai Manusia


"Kiccho manussapatilābho, kicchaṁ maccāna jīvitaṁ"
"Kicchaṁ saddhammassavanaṁ, kiccho buddhānaṁ uppādo’ti."

"Sungguh sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia, sungguh sulit untuk dapat bertahan hidup, sungguh sulit untuk dapat mendengarkan Dhamma, sungguh jarang terjadi kelahiran para Buddha."
-(Dhammapada 182)-

Pernahkah kita sadari bahwa betapa beruntungnya kita terlahir sebagai manusia.
Lebih beruntung lagi manusia yang mengenal Buddha Dhamma.
Sebagai umat Buddha dimana kita dapat menemukan ajaran Sang Buddha yang mulia dan bijaksana; sesungguhnya kita sangat-sangat beruntung.

Keberuntungan ini sering tidak kita manfaatkan dengan baik.
Keberuntungan terlahir sebagai manusia dan didukung oleh kesehatan.
Kesehatan adalah keuntungan yg paling berharga.
Kesehatan jauh lebih penting daripada kekayaan materi. Jika kita sakit, maka harta-pun akan dikorbankan untuk kesehatan, berapapun harganya.
Dengan kesehatan kita dapat melakukan apapun juga. Kita selalu berusaha untuk tetap sehat.
Ada saat dimana mengalami sakit yang sulit disembuhkan, misal penyakit gula yang mengakibatkan perlunya tindakan amputasi, harus merelakan jasmani dipotong demi menjadi sehat.
Kita rela mengorbankan semuanya untuk sehat.
Kesehatan kita perlukan untuk dapat melakukan hal yang bermanfaat, mencari kekayaan dunia, memenuhi kebutuhan hidup, dan lain sebagainya.

Dengan jasmani dan batin yang sehat kita dapat melakukan perbuatan baik seperti pagi hari ini melakukan puja bakti.
Maka gunakanlah kesempatan lahir sebagai manusia untuk menjadi bermanfaat bagi diri sendiri, bermanfaat bagi keluarga, bermanfaat bagi orang lain, dan bermanfaat bagi banyak makhluk.
Dengan hidup bermanfaat maka hidup kita akan berguna dan memiliki nilai sebagai manusia.

Jika semasa hidup tidak menjalankan sila dengan baik, tidak menggunakan waktu dengan baik, menyia-nyiakan waktu, hidup tidak bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk lain; maka lebih baik hidup 1 hari dengan penuh kebajikan daripada hidup 100 tahun tanpa kebajikan.

Manusia memiliki nilai / kualitas tergantung dari perbuatannya / kualitas kebajikan.

Jika hanya mengumpulkan kekayaan materi, ketika meninggal dunia tanpa membawa apa-apa. Harta tidak akan dibawa. Keluarga, sanak saudara tak ada yang menemani.
Bahkan terkadang sebelum meninggalpun ketika sudah tua sudah diungsikan ke panti jompo. Orang-orang tua di panti jompo dengan tatapan kosong menghadap pintu / jendela mengharap anak-anaknya datang untuk menemani.
Saat kematian menjelang semua kekayaan materi yang telah kita cari, telah kita kumpulkan; tak satu pun yang dapat dibawa.

Namun orang bijaksana yang mengenal kebajikan memiliki sahabat buah perbuatan baik.
Buah perbuatan baik sebagai pelindung dan penyelamat kita di alam kehidupan ini maupun di alam-alam kehidupan selanjutnya.
Kebajikan inilah yang melindungi, menyelamatkan dan mengantar kita ke alam-alam bahagia. Mengikuti kemanapun pelakunya pergi seperti bayang-bayang yang selalu mengikuti kemana bendanya pergi.

Jangan ragu melakukan perbuatan baik.
Jangan ragu mempraktekkan Dhamma.
Karena Dhamma melindungi mereka yang melaksanakannya.
Umat Buddha juga memiliki pelindung / juru selamat yaitu perbuatan baik kita masing-masing; bukanlah teman, keluarga, bukan pula para Deva atau para Brahma.
Sesungguhnya karma baik kitalah yang telah melindungi dan menyelamatkan diri kita. Buah dari karma baik yang telah kita lakukan.

Inilah cara berpikir seorang Buddhis.
Tingkatkan kualitas hidup sebagai umat Buddha dengan banyak melakukan perbuatan baik.
Memang karma baik yang kita lakukan tidak langsung berbuah; ada yang langsung, ada yang butuh waktu; ada yang berbuah di kehidupan ini, ada juga yang baru dapat berbuah di kehidupan selanjutnya.

Jika kita memiliki kurang pengertian dan pengetahuan mengira apa yang kita lakukan tidak ada hasilnya. Oleh karena itulah kita perlu datang ke Vihara.

Manfaat datang ke Vihara antara lain:
1. Dapat mendengarkan Dhamma yang belum pernah didengar; sehingga kita mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru tentang Dhamma.
2. Meskipun sudah pernah mendengar, mendengar kembali akan memperjelas pengertian sebelumnya sehingga kita dapat memahami dengan jelas.
3. Menghilangkan keragu-raguan mengenai Dhamma sehingga kita memperkuat keyakinan kita akan Buddha Dhamma.
4. Menumbuhkan pengertian benar terhadap Dhamma / menghindari pandangan keliru. Minimal mengerti bahwa jika kita berbuat baik pasti akan berbuah kebaikan; sebaliknya jika kita berbuat tidak baik maka pasti akan mengakibatkan hasil yang tidak baik.
5. Dengan mendengarkan Dhamma maka akan menumbuhkan ketenangan dan kebahagiaan batin / pikiran.

Dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin mempelajari dan mempraktekkan Buddha Dhamma berarti kita tidak membuang waktu percuma.
Keyakinan terhadap Tiratana akan semakin berkembang, dan memperkokoh keyakinan sebagai umat Buddha sehingga tidak mudah goyah / tergoda untuk pindah agama.

Sang Buddha telah mengajarkan Dhamma yang begitu sempurna tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada para Deva dan semua makhluk (yakkha-gandhabba-nāga).
Salah satunya dalam Mangala Sutta yang berisi 38 berkah utama duniawi (lokiya) dan adiduniawi (Lokuttara).
Mangala Sutta diberikan Sang Buddha untuk menjawab pertanyaan para Deva.
Berkah di alam manusia, alam Deva, dan pencapaian Nibbana bagi mereka yang taat melaksanakan Dhamma.

Cara meningkatkan kualitas hidup sebagai manusia :
1. Menumbuhkan keyakinan
Keyakinan yang perlu ditumbuhkan antara lain keyakinan akan perbuatan baik, hukum karma, kelahiran kembali, hukum Dhamma, moralitas dan yang terutama adalah keyakinan kepada Buddha, Dhamma, Sangha.

2. Menjaga kesucian Sila
Minimal 5 aturan sila; jika dijaga dalam kehidupan kita maka hasilnya:
Sīlena sugatiṁ yanti
Dengan merawat Sīla, tercapai alam bahagia.
Artinya dengan Sila yang sempurna akan lahir di alam sugati / surgawi.

Sīlena bhogasampadā
Dengan merawat Sīla, diperoleh kekayaan (lahir dan batin).
Yaitu keuntungan duniawi dengan memperoleh kekayaan materi dan batin.

Sīlena nibbutiṁ yanti
Dengan merawat Sīla, tercapai padamnya kilesa.
Padamnya kilesa agar membawa kita terbebas dari dukkha.

Di alam surgawi sebenarnya belum aman karena masih mengalami dukkha; selama masih dalam lingkaran kelahiran (samsara); masih mengalami kematian; dukkha pasti ada.

Sang Buddha menemukan jalan untuk tidak lahir kembali yaitu dengan mencapai Nibbana.
Untuk mencapai Nibbana, banyak tahapan yang kita harus lalui, diantaranya memiliki kebajikan (parami) salah satunya adalah dengan melaksanakan Sila; memasuki kehidupan Brahmacariya.

3. Tidak menyebarkan berita hoax
Kembangkanlah cara berpikir Buddhist, jangan gampang percaya; berpikirlah secara Buddhist, harus masuk akal / sesuai logika, ehippasiko: bisa dibuktikan.
Buddhism berkembang karena sesuai dengan pola berpikir orang-orang yang berpikir dengan bijak.

4. Tidak mencari sumber kebaikan dan kebenaran di luar Dhamma
Mengembangkan kebaikan sesuai Buddha Dhamma dalam berucap, berbuat, dan berpikir. Mengembangkan kebaikan dengan berdana, dengan kemurahan hati perduli menolong yang membutuhkan.
Hal paling sederhana yang dapat kita tanamkan dalam keluarga adalah: latihan tidak membuang sampah sembarangan.

5. Berbuat kebaikan sesuai dengan Dhamma
Yaitu dengan Dana, Sila, Bhavana; atau dengan menjadi samanera memasuki kehidupan Brahmacariya.

Inilah cara kita meningkatkan kualitas hidup, menjadi kekayaan di dalam batin kita yang tak dapat dicuri oleh siapapun juga.

Āratī viratī pāpā, Majjapānā ca saññamo, Appamādo ca dhammesu
Menjauhi, menghindari perbuatan buruk, menahan diri dari minuman keras, dan tak lengah melaksanakan Dhamma,

Menghindari dan tidak melakukan segala sesuatu yang buruk; serta tekun menjalankan Dhamma, memperkokoh keyakinan dan semangat kita menjalankan Dhamma.

Berkah bukan diturunkan dari atas, bukan diberikan oleh makhluk lain walaupun kadang dapat berbuah melalui makhluk lain.
Kita sendirilah yang menciptakan berkah bagi diri kita sendiri.
Ciptakan kualitas Dhamma dalam diri kita masing-masing. Gunakan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Semoga Dhamma Lestari
Sādhu...Sādhu...Sādhu

 

Dirangkum oleh: LijLij




Related Postview all

Kisah Seorang Buta

access_time22 November 2018 - 22:44:23 WIB pageview 529 views

Kisah Seorang Butaby: YM. Bhikkhu Sri Paññavaro Mahatera Di suatu desa kecil, hidup seorang buta yang tidak bisa melihat sama sekali meskipun samar-samar.Kemana-mana selalu ... [Selengkapnya]

Empat Istri

access_time22 November 2018 - 22:36:21 WIB pageview 507 views

Kisah Inspiratif - 4 Istri   Empat Istri               Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang kaya yang memiliki ... [Selengkapnya]

Kiat Menuju Sukses

access_time06 November 2018 - 15:20:52 WIB pageview 549 views

Kita sebagai manusia umumnya memiliki keinginan untuk: 1. Hidup kaya & bahagia 2. Mati masuk surga   Dhamma Ajaran Sang Buddha tidak hanya diperuntukkan untuk para Bhikkhu ... [Selengkapnya]

Menyambut Kehidupan dengan Hati Terbuka

access_time06 November 2018 - 15:18:11 WIB pageview 508 views

Ketika kita ditanya 'How are You?' Apa kabarmu?? Kebanyakan dari kita akan menjawab: I'm Fine / Saya baik. Tetapi apakah itu mencerminkan kondisi kita yang sebenarnya?? Apakah kita benar ... [Selengkapnya]

The Powerfull of Dana

access_time29 Oktober 2018 - 15:34:04 WIB pageview 703 views

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa 3x Kālena Dhammasākacchā Etammaṅgalamuttamaṁ. Membahas Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah Berkah Utama.   Kajian penting ... [Selengkapnya]

menu SASANA SUBHASITA
menu